Rasa ini begitu mendalam
Sekian lama memendamnya
Terbingkai khusus untuk sebuah jiwa
Jiwa yang pernah hadir mengisi hari-hariku
Menemaniku dalam membuka lembaran kehidupan
Memberi warna dalam kisahku
Lama diri tak lagi bersamanya
Menemaniku bahkan tak lagi ada petuah yang berharga untukku
Tak ada lagi tawa dan canda
Bahkan tak ada lagi debat agama dan politik yang menghiasi hari-hariku
Aku…merindukan semua itu
Merinduinya…sungguh merindu
Kini…
Didepanku ada sosok jiwa yang kembali membuka memoriku
Jiwa di depanku kini duduk termenung
Seorang diri…
Sebuah tatapan kosong yang menghiasi rona mukanya yang semakin tua
Langkah ini melangkah pasti
Menghampirinya…bersama kristal bening yang mulai menghiasi pipiku
Seakan ingin berlari tapi tertahan oleh tangis yang mulai memecah
Tapi, rasa ini begitu kuat
Rasa yang selama ini kupendam
Akhirnya kuberlari menghampirinya
Meraih tangannya dan kucium
Kupeluk dia dengan hangatnya cintaku
Tapi jiwa yang kupeluk tak bergeming
Diam…
Dingin…
Semakin menjadi tangisku
Mengingat penjelasan orang-orang
Bahwa jiwa yang kupeluk tak lagi mengingat semuanya
Sebuah benturan telah membuat semua memorinya terganggu, hilang…
Allah…
Jiwa yang kupeluk hilang ingatan?
Tak lagi mengingat semua
Bahkan mengingatku
Jiwa itu adalah Papaku
Lelaki yang selama ini kurindukan
Ku rindukan cintanya
Ku rindukan belaiannya
Ku rindukan nasehatnya
Dan kurindukan debat agama dan politik bersamanya
Pa I miss YoU beCauSe I Love YoU
Putri yang selalu membuat gundah hatimu
Love yoU Pa^^
(diambil dari kumpulan suara hati Nur Hasanah)
(diambil dari kumpulan suara hati Nur Hasanah)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar