Tampilkan postingan dengan label KaBar KauM MuSliMin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KaBar KauM MuSliMin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2009

WAHAI KAUM MUSLIM SADARLAH!!!

Obama Menyerang Negeri-Negeri Kaum Muslim, Mulai Dari Rezim Turki Hingga Rezim Mesir Melewati Rezim Pemerintahan Saudi

Belum sampai dua bulan Obama berkunjung ke Istanbul dan memberikan pidato di sana, sekarang ia mengarahkan tagetnya ke wilayah Kinanah (Mesir) melewati jazirah Arab, kemudian ia disambut oleh rezim Mesir pada hari Kamis pagi (4/6/2009) dengan sambutan bak pahlawan yang baru pulang dari medan tempur dengan membawa kemenangan!

Sejak pukul sembilan pagi, di mana pesawat yang ditumpanginya akan mendarat, bahkan sebelum itu, sudah tampak penjagaan sangat ketat. Pasukan keamanan tersebar di mana-mana. Berbagai bungan dan hiasan ucapan selamat berjajaran menyambut presiden Amerika, pemimpin kekufuran, yang hingga kini masih saja menumpahkan darah umat Islam di Afghanistan, Pakistan, dan Irak ….

Sungguh, rezim Mesir telah menyiapkan di setiap sudut berbagai jenis parade, kavaleri, mobil-mobil mewah, dan musik… Kemudian, pemimpin rezim Mesir menyambutnya dari pintu Istana Kubah dengan sambutan yang penuh kehangatan dan penghormatan. Lalu, dari sana Obama pergi menuju Universitas Kairo untuk menempati mimbar kehormatan yang telah disiapkannya, dan menyampaikan pidato kepada kaum Muslim!

Substansi pidato yang disampikan Obama tidak berbeda dengan kebijakan umum mantan presiden Amerika dan mantan-mantan presiden sebelumnya, baik dalam hal perang yang dilancarkan Amerika atas negeri-negeri kaum Muslim, isu palestina, hubungan erat dengan entitas Yahudi, isu senjata nuklir, dan isu-isu lainnya. Isi pidato Obama tidak keluar dari upaya merealisasikan kepentingan Amerika, mulai dari awal hingga akhir, semuanya mencoba untuk menarik opini publik kaum Muslim agar “memahami” bahwa perang yang dilancarkan Amerika di negeri-negeri kaum Muslim adalah benar.

Namun demikian, pidato yang disampaikan Obama dalam hal bentuk, memiliki keistimewaan melebihi para pemimpin sebelumnya dengan penipuan yang begitu sempurna. Sehingga yang ditemukan dari mendengarkan perkataannya tidak lebih dari upaya membangun hubungan umum karena keterampilannya dalam seni penipuan dan penyesatan. Allah SWT berfirman:

)وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (TQS. Al-Munafiqun [63] : 4).

Inilah hal-hal yang isinya tidak lebih dari upaya membangun hubungan umum. Sedangkan dalam hal-hal yang sensitif, dan isu-isu yang terindera kadar kualitas dan kuantitasnya, maka isi pidato itu merupakan suatu yang sangat tajam, pedas, jelas, dan tanpa ditutup-tutupi lagi mengenai permusuhannya terhadap isu-isu kaum Muslim. Allah SWT berfirman:

)يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ(

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (TQS. Ali Imran [3] : 118).

Sejak awal ia telah melontarkan berbagai ancaman kepada mereka yang disebut dengan ekstremis “teroris” di Afghanistan dan Pakistan. Terhadap mereka itu, ia tidak pernah bersikap toleran. Bahkan ia memprovokasi berbagai negara untuk berperang di pihaknya. Dengan bangganya ia mengatakan bahwa dirinya telah mengumpulkan 46 negara untuk berperang membantunya di Afghanistan.

Tidak hanya itu, bahkan ia telah membombardir Pakistan, baik secara langsung maupun tidak. Dalam hal ini, ia tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan ia menilai itu sebagai pembunuhan yang “mulia”, meski yang dibunuhnya adalah kaum perempuan, anak-anak, dan orang tua. Sungguh semua itu terlihat jelas di Afghanistan. Insiden pembunuhan itu dibenarkan tentara Obama, namun mereka mengatakan semua itu terjadi karena kekeliruan bukan kesengajaan!!

Jika demikian, mereka itulah para ekstremis yang sesungguhnya. Namun biasanya Obama menilai seorang Muslim yang berpegang teguh dengan agamanya, yang tidak ingin negerinya diduduki dan dijajah oleh Amerika, atau seorang Muslim yang tidak ingin tempat-tempat sucinya dirampas oleh bangsa Yahudi, maka orang seperti inilah yang dinilainya sebagai ekstremis “teroris!”

Meski telah jelas berbagai kejahatan yang dilakukannya dan pembunuhan secara brutal terus dilakukannya di Afghanistan, Pakistan, dan Irak. Namun ia tak henti-hentinya mengatakan bahwa ia tidak ingin memerangi Islam dan kaum Muslim, seperti yang telah ia katakan di Turki.

Sungguh benar sekali Rasulullah SAW yang telah memberi gambaran tentang siapa orang yang tidak punya malu itu dengan sabdanya:

«إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ»

Jika Anda tidak punya malu, maka berbuatlah sesukamu.” (HR.Muslim).

Tentara Amerika telah melakukan pembantaian di negeri-negeri kaum Muslim dan melancarkan peperangan yang membinasakan dan menghancurkan terhadap kaum Muslim, yang berlangsung selama siang dan malam. Akibatnya, ribuan nyawa melayang dan jutaan orang mengungsi meninggalkan negerinya yang sebelumnya telah memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada mereka. Namun demikian, Obama masih saja mengatakan bahwa ia tidak akan memerangi kaum Muslim!

Kemudian ketika ia pindah ke isu Palestina dalam pidatonya itu, maka ia dengan jelas menyatakan kuatnya hubungan keamanan Amerika dan hubungan lainnya, yang semuanya itu tidak dapat dipisahkan dengan negara Yahudi yang telah merampas Palestina. Negara ini harus tetap dengan apa yang telah dirampasnya dan harus membangun institusi di atasnya. Ia sangat tidak rela jika hal itu ada yang mengusiknya atau menawarkan alternatif lain! Kemudian, ia menekankan solusi dua negara, yaitu pengakuan akan hak bangsa Yahudi atas sebagian besar wilayah Palestina, sementara sisanya yang tinggal sedikit, disebut dengan negara bagi warga Palestina.

Kemudian dengan polosnya, ia pun menggelitik perasaan masyarakat bahwa ia ingin menghentikan pembangunan pemukiman, bukan penghapusan setiap permukiman. Tetapi ia baru akan menghentikannya setelah entitas Yahudi melihat adanya tempat yang layak dan aman bagi institusi mereka; jika tidak, maka mereka akan membangun benteng dan puri! Keinginan menghentikannya itu pun tidak akan dilakukan begitu saja, tetapi ada persyaratannya, yaitu harus menghentikan setiap bentuk perlawanan dan permusuhan terhadap Yahudi. Hal itu dinyatakan dan ditegaskan dalam peta jalan kematian!

Kemudian pidatonya memasuki isu senjata nuklir. Dalam hal ini, ia fokus pada Iran. Ia menginginkan wilayah Timur Tengah bersih dan bebas dari senjata nuklir, dan mencegah perlombaan senjata nuklir di dalamnya. Di sini, ia sama sekali tidak menyebutkan entitas Yahudi meski hanya satu kata. Padahal, semua tahu bahwa institusi Yahudi adalah negara berkekuatan nuklir!

Dengan demikian, semua yang terdapat dalam pidatonya merupakan penentangan terhadap isu-isu kaum Muslim. Sungguh, rezim Mesir telah mempersiapkan untuk semua ini. Di mana kedatangan Obama tak lain untuk menyerang melalui tipu daya, kelicikan, dan manisnya kata-kata. Dengan semua itu ia mencoba untuk menutupi darah bersih tak bersalah yang sudah dan yang akan ditumpahkan oleh tentaranya di Afghanistan, Irak, dan Pakistan. Rezim Mesir telah menyiapkan sistem untuk memobilisasi orang-orangnya yang akan bersorak-sorai dan memberikan aplus atas tindakan jorok, keji, dan beracun ini, sehingga yang terlihat seolah-olah di sana ada persetujuan dari orang-orang Mesir atas racun yang ditiupkan oleh Obama dalam pidatonya.

Sesungguhnya sorak-sorai dan aplus yang palsu ini terlihat jelas sekali bagi setiap orang yang kedua matanya sehat. Jika tidak, bagaimana ia memberikan aplus atas perkataannya tentang solusi dua negara? Apakah seorang Muslim rela, apalagi bersorak-sorai dan memberikan aplus terhadap keinginan membagi-bagi tanah yang penuh barakah, dan tanah tempat Isra’ dan Mi’raj, antara pemilik yang sah dengan orang yang telah merampasnya?

Bagaimana mungkin ia bersorak-sorai memberikan aplus, padahal ia telah mendistorsi firman Allah dari makna yang sebenarnya, ketika ia menyitir firman Allah SWT:

)مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا(

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (TQS. Al-Maidah [5] : 32).

Ayat ini oleh Obama ditujukan kepada mereka yang disebut dengan ekstremis Muslim. Padahal ayat ini merupakan ayat yang pertama kali diturunkan kepada Bani Israel. Namun, Obama melihat seorang Muslim yang membela agamanya, keluarganya, dan memerangi orang-orang yang menyerangnya, maka orang seperti ini menurut Obama telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, apa yang dilakukan oleh entitas Yahudi, yang membunuh warga Palestina, merampas tanahnya, mengusir dari rumah-rumahnya, merampas kehormatan, dan kesuciannya, dan kerusakan demi kerusakan yang dilakukannya, maka semua itu di mata Obama bukan pembunuhan bagi semua manusia. Begitu juga, pembantaian yang dilakukan Amerika terhadap kaum Muslim, di mata Obama juga bukan pembunuhan semua orang. Allah SWT berfirman:

)كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا(

Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.” (TQS. Al-Kahfi [18] : 5).

Bagaimana mungkin ia bersorak-sorai memberikan aplus, padahal dengan jelas ia mengumumkan bahwa masalah di Palestina bukan pada pemukiman, tetapi pada usaha melanjutkan pemukiman, maka itulah yang tidak sah! Apakah orang-orang yang tidak termasuk orang-orangnya rezim akan ikut-ikutan bersorak-sorai memberikan aplus atas perkataan buruk dan keji ini?

Kemudian, bagaimana mungkin ia bersorak-sorai memberikan aplus kepadanya, padahal dengan jelas ia mengumumkan bahwa al-Quds (Yerusalem) yang dibebaskan oleh Umar dan para panglimanya melalui perjanjian Umariyah, yang menetapkan bahwa tidak seorang pun orang Yahudi yang boleh tinggal di dalamnya, lalu dibebaskan oleh Shalahuddin. Namun dengan seenaknya Obama mengumumkan bahwa tanah itu dikuasai bersama antara bangsa Yahudi, orang-orang Kristen, dan kaum Muslim? Padahal al-Quds (Yerusalem) sudah biasa disebut dengan bangsa Timur, sebaliknya tidak pernah ia disebut dengan bangsa Barat!!

Sungguh, sorak-sorai dan aplus itu terlihat jelas sekali dustanya. Rezim yang disiapkannya ternyata tidak mampu menyembunyikan, meskipun telah disiapkan panggung sandiwara untuk Obama agar wajahnya terlihat bagus, toleran dan adil. Namun, pada saat yang sama ia harus menutupi aib rezim Mesir yang selalu mengekor kepada Amerika dalam persoalan kecil maupun besar, hingga pandangannya yang netral untuk Palestina, antara entitas Yahudi yang merampas Palestina dengan warga Palestina, tetapi sikap netralnya melampaui batas hingga menjadikannya berpihak pada entitas Yahudi!

Wahai kaum Muslim

Sesungguhnya, Obama mendatangi anda dengan pakaian ibadah, agar ia dapat memanfaatkan anda, sementara anda tidak merasa dimanfaatkan. Dengan begitu, ia lebih berbahaya dari orang yang terang-terangan dan secara terbuka memusuhi anda. Namun, anda sepakat urusan anda diserahkan kepadanya. Padahal kenyataannya Amerika yang mencerminkan watak Bush tidak jauh darinya. Sungguh bagi Amerika berada di bumi anda terasa sangat sempit, meski para anteknya menjadi penguasa anda.

Sungguh Amerika berada dalam kepanikan dan ketakutan terhadap anda, padahal Amerika dilengkapi dengan senjata berat dan modern. Jika tidak demikian, tentu Amerika akan menyatakan secara terbuka permusuhannya terhadap anda. Adapun Obama, maka ia ingin anda bersorak-sorai dan memberikan aplus karena ia telah menduduki negeri dan membunuh rakyat. Dengan senyumannya yang manis ia berharap cinta dan kesetiaan dari anda!

Dia memberimu sesuatu yang manis dari ujung lisannya

Sementara ia menerkammu layaknya seekor srigala

Wahai kaum Muslim

Obama tidak memilih menyerang negeri-negeri kaum Muslim dengan tanpa pertimbangan. Ia memulai dari Istanbul, melewati wilayah Jazirah, dan berakhir di wilayah Kinanah (Mesir). Ia tidak memilih hal itu secara ngawur, namun dengan penuh kesadaran. Istanbul merupakan wilayah al-Fatih, ibu kota Khifaha yang pernah berdiri kokoh di hadapan dominasi Yahudi atas Palestina. Ia juga menyadari bahwa wilayah Jazirah adalah ibu kota Khilafah yang pertama, yang darinya Umar membebaskan al-Quds (Yerusalem). Dan ia juga menyadari bahwa wilayah Kinanah (Mesir) adalah pusat kekuasaan Shalahuddin, yang darinya beliau membebaskan al-Quds (Yerusalem) dari kaum salibis.

Ia menyadari semua itu, karenanya ia datang ke negeri-negeri tersebut membawa pesan untuk umat Islam bahwa era kemuliaan anda dulu sudah lenyap dan berakhir. Sementara negara dan kekuasaan sekarang ada di tangan Obama dan sekutunya, serta di bawah hegemoni Amerika.

Sungguh, kaum kafir penjajah lebih banyak mengetahui pusat-pusat kekuatan umat Islam dari pada kaum Muslim sendiri. Mereka mempelajari sejarah kita, mempelajari agama kita, mengerti kantong-kantong kekuatan kita, dan mengerti karakteristik-karakteristik kebaikan yang diemban umat kita. Jadi, bukan hal yang kebetulan Obama menyitir firman Allah SWT:

)يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا(

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.” (TQS. Al-Hujurat [49] : 13).

Dan ia berhenti sampai pada menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Ia tidak meneruskan sampai akhir ayat, yaitu:

)إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ(

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (TQS. Al-Hujurat [49] : 13).

Ia tidak menyebutkan takwa yang akan menjadikan umat Islam paling mulia dan paling perkasa, sebaliknya dengan ketakwaan umat Islam akan menjadikan Amerika dan pengikutnya sebagai umat yang paling rendah dan paling hina.

Wahai kaum Muslim

Sungguh, Obama dalam pidatonya itu berusaha untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah pemimpin dunia. Untuk itu ia menyiapkan bagi dirinya para penguasa antek di negeri-negeri kaum Muslim, di mana mereka memberinya sebuah mahkota melebihi apa yang ia inginkan. Mereka menyerahkan bumi untuknya, berbagai fasilitas dan perhiasan. Bahkan mereka memberinya beragam perhiasan dan kesenangan yang tidak mudah ia dapat di negerinya. Namun keadaan Obama dengan para anteknya seperti keadaan Fir’aun dengan kaumnya. Allah SWT berfirman:

)فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ(

Maka Fir`aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.” (TQS. Az-Zukhruf [43] : 54).

Namun, apabila Obama itu cerdas dan pintar seperti yang ia coba tampakkan dalam pidatonya, ia harus menyadari bahwa wilayah Istanbul, wilayah Jazirah, dan wilayah Kinanah (Mesir) tidak pernah menerima apalagi menyambutnya. Sedang mereka yang menyambutnya adalah kumpulan para pengkhianat dari rezim-rezim yang tidak lama lagi akan disingkirkan dari kehidupan kaum Muslim.

Ia juga harus menyadari bahwa permainan kata-kata dalam pidatonya dan tipuan-tipuan pernyataan yang dilontarkan, tidak akan mampu mempengaruhi akal sehat kaum Muslim. Bahkan mereka mengerti betul apa yang ada di depan dan di belakangnya. Sesungguhnya sorak-sorai dan aplus yang didengarnya, semua itu tidak datang kecuali dari para pekerja dan pegawai yang dibayar orang-orang rezim yang mengadakan acara penyambutan.

Sungguh, Hizbut Tahrir mengumumkan kepada Obama dan dunia, bahwa Islam memiliki para pejuang yang akan menegakkan Daulah Islam untuk menjadi negara nomor satu di dunia. Bukan dengan cara mengekploitasi dunia, menjajah, dan merampas kekayaannya. Namun, ia datang untuk menegakkan keadilan, menghapus kezaliman, mengembalikan hak-hak kepada yang memang berhak. Kemudian, mengusir Amerika agar kembali ke rumahnya sendiri dalam keadaan hina dan tak berdaya, serta menghapus entitas Yahudi yang telah merampas Palestina, sehingga semuanya kembali utuh menjadi bagian dari Negara Islam. Bumi akan kembali bersinar dengan tegaknya Khilafah, dan kebaikan akan merata terasa di seluruh penjuru dunia.

)وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ(

Dan Allah berkuasa terhadap (terwujudnya) urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (TQS. Yusuf [12] : 21).

Hizbut Tahrir

11 Jumadzil Tsani 1430

4 Juni 2009

Sabtu, 17 Januari 2009


Setelah Dibunuh, Teroris Israel itu Membiarkan Anjing Memakannya, Biadab!

“Ya Allah, aku tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti ini,” jerit Kayed Abu Aukal. Doktor emergency itu tak percaya dan tak tahu lagi kata-kata apalagi yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan kekejian Israel. Dia tak percaya, dirinya sendiri telah melihat beberapa hari sekembalinya untuk melihat Jenazah balita Shahd. Tubuh anak kecil perempuan yang berumur 4 tahun itu terkoyak-koyak dimakan anjing-anjing Israel.
Shahd tewas dan telah menjadi syuhada cilik ketika peluru kendali Israel ditembakkan ke belakang rumahnya di Kamp Pengungsian Jabaliya sebelah Utara Jalur Gaza. Saat itu, gadis cilik yang lucu tersebut tengah bermain.
Orangtua Shahd mencoba menyelamatkan putri kesayangannya yang telah bersimbah darah itu. Ketika ia mencoba mengambil jasad Shahd, pasukan teroris Israel menghujaninya dengan tembakan dari kejauhan.Selama lima hari berkutnya jasad gadis balita itu telah terkoyak-koyak dirobek anjing yang dilepaskan oleh tentara Israel. “Anjing-anjing itu tidak menyisakan satu bagian pun dari tubuh anak kecil itu,” kata Abu Aukal.
“Kami telah melihat pemandangan yang menyayat hati selama 18 hari ini. Kami telah mengambil jasad anak-anak yang tubuhnya robek atau terbakar, tetapi belum pernah kami melihat hal seperti ini,” katanya lagi.
Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd. Keduanya pun dihujani peluru Israel sebelum keduanya dapat mencapai tubuh Shahd. Matar dan Muhammad pun menjadi syuhada, menambah daftar warga palestina yang syahid yang hingga hari ini telah mencapai 1.001 orang syahid sejak pembantaian 27 Desember lalu.
Sengaja
Omran Zayda, seorang tetangga Shahd, mengatakan, orang Israel mengetahui apa yang mereka lakukan itu. “Mereka memburu keluarga Shahd dan mencegahnya untuk sampai ke tubuh Shahd, dan mereka tahu bahwa anjing-anjing itu akan memakannya,” kata Zayda.
“Mereka tidak hanya membunuh anak-anak kami, mereka sengaja melakukannya dengan cara yang paling kejam dan biadab,” Zayda mengatakan kata-katanya, bahkan kamera, tidak dapat menggambarkan pemandangan yang mengerikan itu.
“Kalian tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan oleh anjing-anjing itu terhadap tubuh Shahd yang tak berdosa itu,” katanya sambil terisak-isak tak tahan mencucurkan air matanya.
Sejumlah warga palestina mengungkapkan, apa yang menimpa Shahd bukanlah yang pertama. Banyak warga mereka mengalami hal yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, saat keluarga Abd Rabbu sedang memakamkan tiga anggota keluarganya yang telah syahid, pasukan biadab Israel menembaki mereka, kata saksi mata.
Orang-orang pun berlarian mencari perlindungan dari tembakan brutal itu. Tentara-tentara Israel kemudian melepaskan anjing-anjingnya ke arah jenazah anggota keluarga Abdu Rabbu yang belum sempat dimakamkan itu. “Apa yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan,” kata Saad Abd Rabu, pamanya.
“Anak-anak kami tewas di depan mata kami dan kami dicegah untuk memakamkannya. Orang-orang Israel hanya melepaskan anjing-anjing mereka ke arah jenazah itu, bahkan seakan-akan mereka tidak cukup dengan kekejaman yang telah mereka lakukan itu,” jeritnya.
Biadab
Benar-benar biadab apa yang telah dilakukan oleh teroris Israel itu. Di tengah-tengah diamnya para tentara-tentara negeri-negeri Muslim, dengan leluasa penjajah Israel melakukan kebiadabannya. Bahkan kekejian di atas benar-benar biadab. Hingga hari ini para penguasa negeri-negeri Muslim masih diam bahkan bersekongkol dengan membiarkan pembantaan terus terjadi.
Media dunia yang dikuasai Israel, menggiring opini seolah-olah tindakan Israel itu wajar. Padahal, lihatlah betap kekejaman mereka lebih dari serangan teroris yang tak beradab. Bohong, jika teroris Israel itu hanya memburu Hamas. Yang terjadi adalah tindakan brutal dan biadab terhadap warga sipil yang kebanyakan mereka anak-anak kecil dan perempuan. Tak puas hanya membunuh warga Gaza, teroris Israel itu juga melepaskan anjing-anjingnya untuk memakan jenazah syuhada Gaza. Biadab!
Sampai kapan kebiadaban Israel ini terhenti? Lalu di manakah para pelindung anak-anak Palestina? Dimanakah tentara-tentara Muslim yang akan menyelamatkan anak-anak Gaza itu? Di manakah tentara-tetara negeri Islam yang akan menyelamatkan ayah dan ibu mereka? Di manakah Amir umat ini?
Sungguh hanya orang yang biadab saja, yang membiarkan Israel membantai Gaza. Lalu mereka menyibukkan diri dengan perundingan sementara mereka memiliki pasukan dan perlengkapan perang. Mereka enggan untuk menyelamatkan Gaza dengan mengerahkan pasukan yang akan menghancurkan penjajah Israel itu! Nasionalisme dan cengkraman PBB telah membuat mereka diam.
Benar, hanya Khilafah saja yang akan menjaga dan melindungi kehormatan kaum Muslim. Tidak seperti hari ini, ketika Khilafah tidak ada, negeri-negeri kaum Muslim telah disekat oleh batas semu nasionalisme. Sementara para penguasanya enggan untuk mengerahkan tentara mereka menyelamatkan anak-anak Gaza. Sampai kapan? (Syabab.Com, 14/01/09)