Seperti biasa, siang kemarin aku mengambil uang pembayaran buletin dirumah salah seorang teman. Saat motor yang kutumpangi melaju melewati sebuah tikungan di gang kecil, berdiri dua anak laki-laki yang berteriak kearah kami, kebetulan aku ditemani seorang teman. Kalian tahu apa yang dikatakan dua anak laki-laki itu?
Ya Allah, dua anak laki-laki itu berteriak kearah kami dengan mengatakan, “Cewek! Cewek! Cewek!” sambil bertepuk tangan.
Astaghfirullohaladzim. Aku hanya bisa beristighfar sembari melihat tampang polos mereka.
Ya Allah, pemandangan apa ini?
Spontan temanku bertanya padaku, “memangnya mereka tahu apa artinya barusan?”
“Hm, bisa jadi mereka tidak mengerti dengan perbuatan yang mereka lakukan, tapi mereka meniru orang lain.”
Dalam hatiku, “meniru siapakah mereka?”
Astaghfirullohaladzim, sekali lagi aku hanya bisa beristighfar. Sebagai seorang ibu aku miris melihat pemandangan itu, menyaksikan generasi muslim seperti itu sekali lagi. Kalau dulu yang memanggil seperti itu adalah anak SMP tapi sekarang dilakukan oleh anak TK. Sekali lagi, anak TK. Astaghfirullohaladzim, apa yang ada dalam benak mereka? Padahal aku dan temanku sudah menutup aurat kami dengan rapat, tapi mereka anak-anak kecil itu meneriaki kami, “cewek!”
Terlebih kejadian ini terjadi dibumi seribu pesantren, kota kecil yang terkenal religius. Trus, kalau dikota kecil saja anak laki-lakinya seperti itu bagaimana dikota-kota besar??? Hm, berarti benar berita-berita yang selama ini ditayangkan di TV, kasus-kasus yang kubaca di surat kabar, angka-angka yang menunjukkan peningkatan secara signifikan moral generasi saat ini yang semakin menurun.
Hm, aku jadi teringat cerita seorang teman yang memiliki keponakan yang saat ini duduk dibangku TK, dimana si keponakan bisa memilih antara Pak Lek yang cakep dan yang tidak. Bahkan dengan manjanya si keponakan selalu ingin dekat dengan Pak Lek yang cakep, sampai membuat si Pak Lek takut dengan tingkah pola ponakannya itu. Bayangkan, ponakannya itu masih duduk dibangku TK, trus bagaimana jika besar nanti???
Disisi lain, kemarin malam aku membaca sebuah catatan Imanda Amalia yang menceritakan kejadian yang dialaminya saat menyaksikan seorang anak di Palestina.
Inilah catatan Imanda Amalia dari Gaza Strip:
Jabaliya, Gaza Strip 7:48:27 AM | Thu, Jul 15, 2010
SubhanALLAH..... SubhanALLAH... SubhanALLAH...
Hanya itu yang tlontar dari lisanku saat melihat kejadian yang membuatku tak mempercayai apa yg ku lihat.
Pagi ini setelah sholat subuh aku sedang menyapa teman dan orang tcinta lewat chatting. Tiba aku dtugaskan untuk berangkat ke al Awda Maternity Hospital untuk sectio. Sekitar 2 km dari Mess.
Dalam pjalananku menuju kesana aku melihat anak laki berlarian dgn batu d tangan mereka. Aaaaaahhh lagi intifadhah, masih pagi mereka sudah berusaha menghalau para pencuri tanah air mereka itu dgn batu ....
Awalnya ku lihat tentara itu diam saja menghindar, namun tiba mereka memberondongkan senjatanya ke arah anak
Berlarian mereka mencoba menyelamatkan diri sambil terus melempari para tentara itu dgn batu.
SubhanALLAH....
Tiba aku melihat hijab putih besar melingkupi anak tsb ... Seperti kabut tipis berwarna putih membentuk kubah yang melindungi anak tsebut. Jarak mereka begitu dekat dengan tentara yg mengejar mereka namun para tentara itu spt tdk dapat melihat mereka dan kehilangan arah. Sementara anak itu sama sekali tdk tsentuh peluru
Gemetar tubuhku melihat keajaiban itu tjadi langsung d depan mataku. Aku katakan pada Abdullah driver kami apakah dia juga melihat hijab itu ?
“ Yes Doc, God always give the hand here.... “ ALLAHu Akbar ... ALLAHu akbar..... Kelu lidahku, tubuhku bgetar..... Aku menyaksikannya langsung Aku melihat langsung kuasanya. SubhanALLAH ............" (voa-islam.com)
Ya Allah, sungguh dua sisi yang berbeda. Inilah bukti rencanya kaum kafir berhasil menjajah kita, kaum muslimin yang ada di Indonesia, yaitu dijajah secara pemikiran dan budaya. Sampai-samapi seorang anak kecil yang ada dalam pikirannya adalah imajinasi tentang lawan jenisnya. Kalau sudah seperti ini, masihkah kita diam???
*Bumi seribu pesantren dikala pagi yang memanas-22 Februari 2011









Tidak ada komentar:
Posting Komentar