Tak ada yang pernah tau batas kontrak dengan pemilik kehidupan ini.
Tak ada yang pernah tau siapa yang akan pergi dulu menemui-Nya.
Tak ada yang pernah tau apakah kita akan selalu bersama dengan keluarga yang selama ini bersama kita.
Ayah, ibu, kakak, adik, ataukah kita yang terlebih dulu pergi menemui-Nya?
Itulah kehidupan, ibarat seorang pengembara yang hanya berhenti beristirahat untuk meneguk setetes air sebagai penghilang dahaga yang tak bisa tertahankan lagi.
Bulan ini, tak pernah ku ketahui kalau ini adalah bulan terakhir bersamanya.
Tak pernah terfikir olehku jika liburan ini adalah liburan terakhirku bersamanya.
Tak pernah terlintas dalam benakku jika kepulanganku ke rumah adalah momen terakhir bersama.
Tak pernah...tak pernah...dan tak pernah
Hal ini menunjukkan betapa terbatasnya aku
Dan semakin menyakinkan aku, jika itulah sifat manusia yang memiliki keterbatasan, lemah, dan membutuhkan sesuatu yang lebih, yaitu ALLAH SWT.
I MisS yOu ukHti...
(*nur haSanaH yang merindumu, peRpisahan dibulan jUni 2009)
I MisS yOu ukHti...
(*nur haSanaH yang merindumu, peRpisahan dibulan jUni 2009)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar